Business

Senin, 23 Mei 2016

30 Definisi Pendidikan Nilai Lengkap Dengan Sumbernya

Tiga Puluh Definisi Pendidikan Nilai

Judul Buku : SOSIOLOGI UNTUK SMA/ MA
Penulis: FRINTZ HOTMAN S , DAMANIK
Tahun Terbit :
2006
Nama Penerbit : PT. INTAN  PARIWARA
Tebal Buku :
viii + 84 halaman
1.      Menurut peranan nilai social, dari buku sosiologi hal 12
Mendefinisikan pendidikan nilai merupakan suatu sarana untuk menimbang pendidikan nilai masyarakat dalam memenuhi peran social, dan pemersatu individu-individu dalam suatu kelompok social.
2.       Menurut peranan sosialisasi , dari buku sosiologi hal – 12
Mendefinisikan bahwa pendidikan nilai merupakan suatu sifat yang mendorong individu  untuk mencapai cita-cita dan harapan tersebut dengan segenap potensi yang telah dikembangkan dalam proses sosialisasi
3.    Menurut soerjono soekanto , dari buku sosiologi hal -34
Mendefinisikan pendidikan nilai adalah sebagai ide yang telah turun temurun dianggap benar dan penting oleh anggota kelompok masyarakat.
Judul Buku : PENDIDIKAN NILAI MEMASUKI TAHUN 2000
Penulis:M,Sastrapratedja,S.J.
penyunting:
EM,K,Kaswardi
Tahun Terbit :
1993
Nama Penerbit : PT,Grasindo
Tebal Buku : 197 halaman

4.    Pendidikan nilai menurut Dr.M.Sastrapratedja,S.J.,dari buku pendidikan nilai hal-7
Pendidikan nilai tidak memerlukan suatu program khusus tersendiri seperti mata pelajaran umumnya.
5.    Pendidikan nilai menurut Dr.M.Sastrapratedja,S.J.,dari buku pendidikan nilai hal-7
Pendidikan nilai ialah penanaman dan pengembangan nilai-nilai dalam diri seseorang.Pendidikan nilai tidak harus merupakan suatu program atau pelajaran khusus,seperti pelajaran menggambar atau bahasa ingggris,tetapi lebih merupakan suatu dimensi dari seluruh usaha pendidikan.
6.    Menurut Dr.Al.Purwo Hadiwardoyo,MSF,dari buku pendidikan nilai hal-31
Pendidkan nilai merupakan pendidikan nasional Indonesia yang berdasarkan dari pemaham pancasila sebab Dr.Al.Purwo Hadiwardoyo mengutip dari pernyatan Max Scheler dan Immanuel Khant yang mana dalam pernyataan mereka membantu saya untuk merenungkan bahwa nilai pancasila itupenting dalam pendidikan nilai .
7.    Menurut Dr.Yvon Ambroise,Sj,dari buku pendidikan nilai hal-17
Pendidikan non-formal adalah pendidikan nilai dalam hidup.Adapun nilai terpatri dalam kebudayaan dan merupakan inti dari kebudayaan.


8.    Menurut Andre Benoit dari buku pendidikan nilai hal-104
Pendidikan nilai tampil dalam cara yang berbeda-beda tertuang dari apakah yang diberikan dalam keluarga,melalui media massa,dalam gerakan remaja,di sekolah dan lain-lain.Sarana pendidikan berpengaruh banyak sekali terhadap cara memeberikan dan menerima pendidikan.
9.    Menurut Pierre Gauthy dari buku pendidikan nilai hal-111
Pendidikan nilai di Tk yaitu menurut khatolik merupakan cinta kasih terhadap allah yang berhubungan dengan moral.
10. Menurut Dra.Ny.Y.Singgih Dirgagunarsa dari buku pendidikan hal-173
Pendidikan nilai merupakan pengajaran dari dasar mengenai hukum moral dalam kehidupan yang diawali dari keluarga dan lingkungan sekolah .
11. Menurut Andre Knockaert,S.J. dari buku pendidikan nilai hal-154
Pendidikan nilai tidak dapat dibatasi pada pelajaran agama atau pada kehidupan rohani sekolah saja.
12. Menurut E.F.Schumacher,dari buku pendidikan hal-xi
Mengakui bahwa pendidikan itusendiri adalah merupakan nilai-nilai ,sehingga pendidikan nilai merupakan kajian dari pengembangan nilai.
13. Menurut Dr.A.Sastrapratedja SJ,dari buku pendidikan nilai hal-xiii
Bahawa pendidikan nilai lebih m,eripakan suatu dimensi dari seluruh usaha pendidikan.

14.  Menurut Ralp Perry:
Value as any object of any interest”. Maknanya adalah bahwa nilai sebagai suatu objek dari suatu minat individu.
15.  John Dewey menyatakan:
…..value is any object of social interest”. Maknanya adalah bahwa sesuatu bernilai apabila disukai dan dibenarkan oleh sekelompok manusia (sosial). Dalam hal ini Dewey mengutamakan kesepakatan sosial (masyarakat, antar manusia, termasuk negara).
16.  Pendekatan dalam pendidikan nilai
Peter martorella ( 1976 )
Dasar konsep pendidikan moral ( 2007 ) , alfabeta bandung ( P 42-43 ) mengemukakan 8 pendekatan yang diutarakan oleh doglas suprka, yakni pendekatan vacation , incu location moral reasoning, anatysis, mmoral awareness, commitment.
17. Kluckhohn berpendapat bahwa nilai adalah konsepsi dari apa yang diinginkan, yang memperngaruhi pilihan terhadap cara, tujuan antara dan tujuan akhir tindakan.
18. Mulyana mengatakan bahwa nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.
19. Menurut Purwodarminto,
 Nilai dapat diartikan dalam 5 hal. Lima hal itu adalah: harga dalam taksiran, harga sesuatu, angka kepandaian, kadar/mutu dan sifat-sifat yang penting.

20. Menurut Komisi Pendidikan KWI/MNPK,dari buku pendidikan nilai hal-75
Pendidikan nilai merupakan suatu proses yang terjadi dalam interaksi yang terus menerus antara subjek-subjek pendidikan,baik peserta didik dengan pendidik , mzaupun antara pserta didik sendiri.
21. Menurut Constance Kamii dari buku pendidikan nilai hal-56
Pendidikan nilai merupakan implikasi dari teori pieget bahwa kemandirian merupakan tujuan pendidikan,sebagai tujuan pendidikan nilai.
22. Menurut Max Scaler,dari buku pendidikan nilai hal-35
Menegaskan bahwa walaupun nilai-nilai harus dicari dibalik kenyataan-kenyataan lain yang selalu berubah , nilai-nilai itu toh bukan ciptaan manusia.nilai-nilai tidak berubah maka pendidikan harus dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai yang kita yakini benar walaupun bentuk-bentuk atau cara-cara untuk menanamkan nilai-nilai itu bisa berubah nilai-nilai yang hendak kita tanamkan itu sebaiknya tidak kita ganti bila tidak ada nilai yang perlu diganti.
23. Teori Tentang pendidikan Nilai
Menurut Licona Civic education (1992,53-63)
Yang perlu di kembangkan dalam rangka pendidikan nilai adalah nilai                          karakter yang baik (good characters) yang didalam nya terdapat 3 dimensi nilai moral.
24. Teori Tentang Pendidikan nilai
Menurut Licono
Civic education (1992,4/5)
Kini semua Negara bagian amerika serikat dan semua unsur dalam masyarakat publik dan pripat sepakat dan mendorong agar dunia-dunia persekolahan menggambil peran aktif dalam pendidikan nilai khususnya pendidikan nilai moral.
25. Teori Tentang pendidikan nilai
Menurut Winataputra (1988,17-25,SM DE We Site:2002) Civic Education
Pendidikan nilai didunia barat secara konseptual berlandaskan pada teori perkembangan piaget dan Kohlberg.
26. Teori Pendekatan pendidikan nilai
Menurut Kolhberg
Dalam buku (DKPM,oleh prof.Dr.Hamid Darmadi M,pd :2007, Bandung:Alfabeta)
Yang meyakini bahwa NMNR hanya akan mempribadi apabila melalui struktur kognitif atau coknitive conflict dan penalaran.
27. Teori Pendekatan Pendidikan Nilai
Menurut L.Matcalf Imam Al-Gazali
Dalam Buku ( DKPM,Oleh Prof.Dr.Hamid Darmadi M,Pd :2007 , Bandung: Alfabeta)
Penggetaran dunia efektif untuk menyerapdan mempribadikan NMNR akan mengahasilkan prinsif dan keyakinan yang akan di jadikan acuan berfikir serta prilaku.
28. Teori Pendidikan Nilai
Menurut Barnadib,(1990)
Pendidikan harus mampu menjadi agen atau prantara yang menanamkan nilai-nilai yang ada dalam jiwa stake holder .
29. Teori pendidikan nilai
Mardimadja( 1986)
Pendidikan nilai sebagai bantuan terhadap didik agar menyadari dan mangalami nilai-nilai serta menempatkanya secara integral dalam keseluruhan hidupnya.
30. Pendidikan nilai
Menurut superkaietial ( 1976 )
Tujuan pendidikan nilai adalah :
1.    Diterimanya nilai-nilai social tertentu oleh siswa

2.    Berubahnya nilai-nilai siswa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai social yang diinginkan.

EMPAT PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO dan LIMA PILAR PENDIDIKAN di INDONESIA

EMPAT PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO dan LIMA PILAR PENDIDIKAN di INDONESIA


A.    Empat Pilar Menurut UNESCO
Dalam buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2001:13) paradigma pembelajaran tersebut akan menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif, yakni: belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).
a). Konsep learning to know menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai informator, organisator, motivator, diretor, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, danevaluator bagi siswanya, sehingga peserta didik perlu dimotivasi agar timbul kebutuhan terhadap informasi, keterampilan hidup, dan sikap tertentu yang ingin dikuasainya. Yusak (2003) mengatakan bahwa secara kreatif menguasai instrumen ilmu dan pemahaman yang terus berkembang, umum atau spesifik, sebagai sarana dan tujuan , dan memungkinkan terjadinya belajar sepanjang hayat.
b). Konsep learning to do menyiratkan bahwa siswa dilatih untuk sadar dan mampu melakukan suatu perbuatan atau tindakan produktif dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Terkait dengan hal tersebut maka proses belajar-mengajar perlu didesain secara aplikatif agar keterlibatan peserta didik, baik fisik, mental dan emosionalnya dapat terakomodasi sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
c). Konsep learning to live together merupakan tanggapan nyata terhadap arus individualisme serta sektarianisme yang semakin menggejala dewasa ini. Fenomena ini bertalian erat dengan sikap egoisme yang mengarah pada chauvinisme pada peserta didik sehingga melunturkan rasa kebersamaan dan harga-menghargai. Memahami, menghormati dan bekerja dengan orang lain, mengakui ketergantungan, hak dan tanggungjawab timbal balik yang melibatkan partisipasi aktif warga, tujuan bersama menuju kerekatan sosial, perdamaian dan semangat kerjasama demi kebaikan bersama.
d). Konsep learning to be, perlu dihayati oleh praktisi pendidikan untuk melatih siswa agar mampu memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi. Kepercayaan merupakan modal utama bagi siswa untuk hidup dalam masyarakat. Pengembangan dan pemenuhan manusia seutuhnya yang terus “berevolusi”, mulai dengan pemahaman diri sendiri, kemudian memahami dan berhubungan dengan orang lain. Menguak kekayaan tak ternilai dalam diri.
Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian maka pada gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia.

B.    Lima Pilar Pendidikan di Indonesia
Kabi­net Indone­sia Bersatu Jilid II telah diben­tuk dan saat ini mulai menyi­ap­kan kebi­jakan untuk 5 tahun ke depan. Khusus di bidang pen­didikan, saat ini dice­tuskan beber­apa pilar dalam pen­ca­pa­ian
tujuan pen­didikan nasional oleh Menteri Pen­didikan Nasional. Demikian dis­am­paikan Kepala Pusat PPPPTK Matem­atika, Herry Sukar­man, M.Sc. Ed, selaku Pem­bina Upacara pada Upacara Ben­dera 17 Desem­ber 2009. Dalam amanat­nya, lebih lan­jut Kepala Pusat men­je­laskan men­ge­nai lima pilar ini yang meliputi pilar keterse­di­aan (avail­abil­ity), pilar keter­jangkauan (avord­abil­ity), pilar mutu (qual­ity), dan pilar jam­i­nan (assur­ance) serta kesetaraan(equity).
a). Pilar Per­tama Keterse­di­aan adalah terkait keterse­di­aan layanan pen­didikan yang memadai sesuai den­gan stan­dar, baik dalam kuriku­lum, sesum­ber, metode, strategi, dll.
b). Pilar Kedua adalah Keter­jangkauan. Pilar ini meni­tik­ber­atkan kepada prin­sip pemenuhan hak untuk mem­per­oleh pen­didikan bagi semua warga negara tanpa terke­cuali. Untuk men­dukung keter­jangkauan ini perlu didukung den­gan peman­faatan berba­gai media dan teknologi.
c). Pilar Ketiga adalah Mutu. Pen­ingkatan mutu pen­didikan kini harus men­jadikan per­ha­t­ian utama, bukan saja dari out­put dan out­come tetapi menyangkut input dan proses pen­didikan.
d). Pilar Keem­pat Pen­jam­i­nan Mutu Pen­didikan. Jam­i­nan mutu pen­didikan harus lebih banyak dilakukan den­gan berba­gai studi dan eval­u­asi ten­tang faktor-faktor mem­pen­garuhi pen­ingkatan mutu pen­didikan.

e). Pilar Kelima adalah kese­taraan. Pen­didikan harus men­jangkau semua level masyarakat den­gan tidak ada pem­be­daan. Indone­sia adalah negara besar den­gan berba­gai ker­aga­man, pen­didikan harus mempu melayani semua war­ganya den­gan setara dan tidak membeda-bedakan adanya ker­aga­man terse­but.

Tabel Perbandingan Kebijakan Pendidikan di Amerika dan Indonesia


TABEL PERBANDINGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN 
DI AMERIKA DAN INDONESIA

PILIHAN
AMERIKA SERIKAT
INDONESIA
1.      Scope
Negara tidak memonopoli
penyelenggaraan sekolah.
sama
Sekolah Swasta justru lebih
banyak drpd sekolah negeri.
sama
Anggaran pemerintah pusat
lebih banyak diberikan ke
sekolah2 negeri.
sama
- Dukungan dari anggaran negara
bagian bervariasi. Bahkan ada
negara bagian yang sama sekali
tidak memberi dukungan
anggaran ke sekolah2 swasta
Dukungan dari anggaran
Pemprov/Pemkab/Pemkot
untuk wilayah masing2.

Ada program khusus: Bantuan
Operasional Sekolah (BOS),
sumber anggarannya sebagian
dari pusat, prov, kab/kot.
2.      Instruments
Desentralisasi. Memberi
kewenangan dan otonomi yg
luas kpd pemerintah Distrik,
dg dukungan pemerintah
Negara Bagian.
Desentralisasi. Memberi
kewenangan dan otonomi yg
luas kpd pemkab/pemkot,
dengan dukungan pemprov.
Konsekuensinya banyak variasi
keputusan yg berbeda.
Sama
Agar variasi itu positif dan
tetap konstruktif, pemerintah
pusat membentuk badan2 yang
mengkoordinasikan sektor
pendidikan.
Sama
Di tingkat nasional ada Dept
Pendidikan Federal, di tingkat
regional dan lokal ada Board
of Education (semacam Dinas
Pendidikan).
Di tingkat nasional ada
DEPDIKNAS, di tingkat regional
dan lokal ada Dinas Pendidikan
Prov, dan Dinas Pendidikan
Kab/Kota.
3.      Distribution
Negara/pemerintah pusat menaruh perhatian kepada
tingginya apresiasi masyarakat
memasukkan anak2nya ke
Sekolah Dasar dan Menengah.
Sama
Menciptakan semakin
berkualitasnya mahasiswa
yang masuk ke perguruan
tinggi.
Sama (ada seleksi dalam
recruitment mahasiswa)
Perguruan Tinggi diharapkan
bisa melahirkan tenaga-tenaga
yang berkualitas dan mampu
bersaing secara universal.
Sama
Kebijakan pendidikan multy
misi: Politik, social, ekonomi,
budaya, dan kemartabatan
bangsa (daya saing bangsa).
Sama
4.      Reistraints and
Innovation
Dengan mendesentralisasikan
kebijakan pendidikan, banyak
permasalahan yang dapat
dipecahkan lebih cepat dan
lebih detail dg hasil yang
sesuai dengan semangat
desentralisasi dan otonomi
daerah.
Sama
Keterlibatan public diberi
akses sangat besar dalam
turut serta mendisain,
memonitor dan mengevaluasi
hasil-hasil implementasi
kebijakan pendidikan
Sama. Bahkan dengan
kebijakan desentralisasi
pendidikan, akses public dan
keterlibatan public cukup
diberi peluang lebar, yaitu
dengan diadakannya
kelembagaan semacam Dewan
Pendidikan dan Komite
Sekolah


Kamis, 05 Mei 2016

Goresan Keyboard Kesepuluh Jariku untuk Kesepuluh Tahun Mendatang

Dear,
Aku yang ke sepuluh tahun mendatang
di –
        Tempat yang sekarang kau duduki


 Assalamualaikum, cantik...
Sudah menjadi wanita tangguh apa masih saja kayak anak kecil, yang manja, egois?
Apa kabarmu hari ini? Sudah menemukan bahagia yang kau cari selama ini? Atau kau masih menyeka dalam gelap, apa itu bahagia? Sudahlah, selagi kau masih bisa bernapas, bahagialah. Jangan lupa bersyukur atas pencapaianmu. Mulai dari sembilan tahun yang lalu, kau sudah mencapai gelar Sarjana, bukan? Walau pun gak Cumlaude, bahagialah, karena dalam perjalanannya engkau tak berbuat curang, kau kerjakan semua script dengan jujur, kau mandiri, bukan karena kau tak butuh bantuan orang lain, tapi kau masih bisa bertahan mengerjakan semuanya sendirian.
Delapan tahun yang lalu, kau mulai diterima kerja menjadi anggota DPRD, kan? Bahagialah, karena tak semua orang bisa bekerja di sana, bahkan yang terlihat cerdas dalam hal apa pun masih bisa dikalahkan dengan mereka yang berkemampuan di bawah rata – rata, namun memiliki “kantong tebal”. Itu adalah hal yang lumrah, bahkan sudah membudaya di negara kita ini.
Tujuh tahun yang lalu, kau mulai mencintai pekerjaanmu, kau mulai menyisihkan uang untuk di tabung. Dan wow, ternyata pada tahun ini, kau tak lupa menyisihkan uang untuk orang tua mu yang semakin hari semakin menua, kau juga tak lupa menyisihkan untuk rencana pernikahan mu di usia 25 tahun, usia yang kau targetkan untuk memiliki keluarga baru.
Enam atau lima tahun yang lalu, kau mulai berpikir ulang, apakah sosok yang selama ini menemanimu akan benar – benar menjadi pendamping dalam hidupmu? Karena kau tak lupa aku dulu pernah berpesan, carilah ia yang tulus, benar – benar cinta bagaimana pun kondisimu, yang tak dibayangi dengan ingatan masa lalu, yang pasti memimpinmu ke arah yang lebih baik, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.
Empat tahun yang lalu, Taraaa... Akhirnya, kau sudah menemukan belahan jiwamu yang benar – benar kau cari selama ini. Namun sayangnya, kau merahasiakan dariku siapa yang menjadi pendampingmu saat ini. Oh iya, selamat dariku, ingatlah bagaimana dulu aku pernah membuatmu mengingat bahwa cinta adalah sesuatu yang harus kau hargai keberadaannya, harus benar – benar kau jatuhkan untuk hati yang ingin menerimanya dengan senang hati, dan satu hal yang pasti, cinta itu satu, mencintai itu harus dua, jangan terbalik, karena cinta harus dengan satu orang, sedangkan mencintai butuh dua orang agar bisa dinamai dengan kata “saling”. Semoga ijab qabul itu hanya berlangsung sekali dalam hidupmu, jangan sampai berkali – kali, haram hukumnya, dan menjadi keluarga yang SaMaWa ya. Banyak doa terbaik untukmu, cantik.
Tiga tahun yang lalu hingga sekarang saat kau baca surat ini, kau sudah mempunyai buah hatimu hasil cinta dari ia yang kau cinta. Pastikan tetap harmonis ya rumah tangga kalian. Jangan lupa ajarkan nilai – nilai Islam ya pada anak – anakmu, dan jangan lupa ajarkan tentang moral, serta jangan lupa ajarkan ia bagaimana adat Jawa kita yang semakin hari semakin terkikis oleh masa.
Setelah kau baca surat ini, jangan lupa selalu bersyukur, lakukanlah kebaikan, ingatlah kedua orang tua mu, selalu kunjungi mereka, jangan kau abaikan karena kesibukanmu, jangan jadi orang yang sombong, dan ingatlah, jika nanti ajalmu telah tiba, pesankanlah dengan orang terdekatmu, jangan menaruh bunga di atas kuburanku, dan jangan berpakaian serba hitam dan membawa payung hitam. Kirimkan saja surah Al – Fatihaah untukmu kelak.
Ingatlah, saat aku menulis ini, aku selalu membayangkan dirimu di sana. Bagaimana rupa mu itu, dan tidak lupa ditemani dengan segelas susu milo kesukaanku. Aku yakin kau juga sedang membca ini dengan ditemani susu milo hangat sama seperti yang aku lakukan. Terima kasih untuk semua perjuanganmu hingga kau bisa santai membaca surat ini. Aku bangga padamu, kau lebih dewasa tak seperti aku dulu yang sering bertingkah seperti anak kecil.
Sudah dulu ya suratnya, aku butuh tidur yang cukup, karena esok aku akan membangun mimpi – mimpi yang masih belum terwujud. Tetap jadi wanita yang tangguh ya. Ingat, tetap sabar!
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Dariku, sepuluh tahun yang lalu.