Business

Senin, 23 Mei 2016

Tabel Perbandingan Kebijakan Pendidikan di Amerika dan Indonesia


TABEL PERBANDINGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN 
DI AMERIKA DAN INDONESIA

PILIHAN
AMERIKA SERIKAT
INDONESIA
1.      Scope
Negara tidak memonopoli
penyelenggaraan sekolah.
sama
Sekolah Swasta justru lebih
banyak drpd sekolah negeri.
sama
Anggaran pemerintah pusat
lebih banyak diberikan ke
sekolah2 negeri.
sama
- Dukungan dari anggaran negara
bagian bervariasi. Bahkan ada
negara bagian yang sama sekali
tidak memberi dukungan
anggaran ke sekolah2 swasta
Dukungan dari anggaran
Pemprov/Pemkab/Pemkot
untuk wilayah masing2.

Ada program khusus: Bantuan
Operasional Sekolah (BOS),
sumber anggarannya sebagian
dari pusat, prov, kab/kot.
2.      Instruments
Desentralisasi. Memberi
kewenangan dan otonomi yg
luas kpd pemerintah Distrik,
dg dukungan pemerintah
Negara Bagian.
Desentralisasi. Memberi
kewenangan dan otonomi yg
luas kpd pemkab/pemkot,
dengan dukungan pemprov.
Konsekuensinya banyak variasi
keputusan yg berbeda.
Sama
Agar variasi itu positif dan
tetap konstruktif, pemerintah
pusat membentuk badan2 yang
mengkoordinasikan sektor
pendidikan.
Sama
Di tingkat nasional ada Dept
Pendidikan Federal, di tingkat
regional dan lokal ada Board
of Education (semacam Dinas
Pendidikan).
Di tingkat nasional ada
DEPDIKNAS, di tingkat regional
dan lokal ada Dinas Pendidikan
Prov, dan Dinas Pendidikan
Kab/Kota.
3.      Distribution
Negara/pemerintah pusat menaruh perhatian kepada
tingginya apresiasi masyarakat
memasukkan anak2nya ke
Sekolah Dasar dan Menengah.
Sama
Menciptakan semakin
berkualitasnya mahasiswa
yang masuk ke perguruan
tinggi.
Sama (ada seleksi dalam
recruitment mahasiswa)
Perguruan Tinggi diharapkan
bisa melahirkan tenaga-tenaga
yang berkualitas dan mampu
bersaing secara universal.
Sama
Kebijakan pendidikan multy
misi: Politik, social, ekonomi,
budaya, dan kemartabatan
bangsa (daya saing bangsa).
Sama
4.      Reistraints and
Innovation
Dengan mendesentralisasikan
kebijakan pendidikan, banyak
permasalahan yang dapat
dipecahkan lebih cepat dan
lebih detail dg hasil yang
sesuai dengan semangat
desentralisasi dan otonomi
daerah.
Sama
Keterlibatan public diberi
akses sangat besar dalam
turut serta mendisain,
memonitor dan mengevaluasi
hasil-hasil implementasi
kebijakan pendidikan
Sama. Bahkan dengan
kebijakan desentralisasi
pendidikan, akses public dan
keterlibatan public cukup
diberi peluang lebar, yaitu
dengan diadakannya
kelembagaan semacam Dewan
Pendidikan dan Komite
Sekolah


Kamis, 05 Mei 2016

Goresan Keyboard Kesepuluh Jariku untuk Kesepuluh Tahun Mendatang

Dear,
Aku yang ke sepuluh tahun mendatang
di –
        Tempat yang sekarang kau duduki


 Assalamualaikum, cantik...
Sudah menjadi wanita tangguh apa masih saja kayak anak kecil, yang manja, egois?
Apa kabarmu hari ini? Sudah menemukan bahagia yang kau cari selama ini? Atau kau masih menyeka dalam gelap, apa itu bahagia? Sudahlah, selagi kau masih bisa bernapas, bahagialah. Jangan lupa bersyukur atas pencapaianmu. Mulai dari sembilan tahun yang lalu, kau sudah mencapai gelar Sarjana, bukan? Walau pun gak Cumlaude, bahagialah, karena dalam perjalanannya engkau tak berbuat curang, kau kerjakan semua script dengan jujur, kau mandiri, bukan karena kau tak butuh bantuan orang lain, tapi kau masih bisa bertahan mengerjakan semuanya sendirian.
Delapan tahun yang lalu, kau mulai diterima kerja menjadi anggota DPRD, kan? Bahagialah, karena tak semua orang bisa bekerja di sana, bahkan yang terlihat cerdas dalam hal apa pun masih bisa dikalahkan dengan mereka yang berkemampuan di bawah rata – rata, namun memiliki “kantong tebal”. Itu adalah hal yang lumrah, bahkan sudah membudaya di negara kita ini.
Tujuh tahun yang lalu, kau mulai mencintai pekerjaanmu, kau mulai menyisihkan uang untuk di tabung. Dan wow, ternyata pada tahun ini, kau tak lupa menyisihkan uang untuk orang tua mu yang semakin hari semakin menua, kau juga tak lupa menyisihkan untuk rencana pernikahan mu di usia 25 tahun, usia yang kau targetkan untuk memiliki keluarga baru.
Enam atau lima tahun yang lalu, kau mulai berpikir ulang, apakah sosok yang selama ini menemanimu akan benar – benar menjadi pendamping dalam hidupmu? Karena kau tak lupa aku dulu pernah berpesan, carilah ia yang tulus, benar – benar cinta bagaimana pun kondisimu, yang tak dibayangi dengan ingatan masa lalu, yang pasti memimpinmu ke arah yang lebih baik, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.
Empat tahun yang lalu, Taraaa... Akhirnya, kau sudah menemukan belahan jiwamu yang benar – benar kau cari selama ini. Namun sayangnya, kau merahasiakan dariku siapa yang menjadi pendampingmu saat ini. Oh iya, selamat dariku, ingatlah bagaimana dulu aku pernah membuatmu mengingat bahwa cinta adalah sesuatu yang harus kau hargai keberadaannya, harus benar – benar kau jatuhkan untuk hati yang ingin menerimanya dengan senang hati, dan satu hal yang pasti, cinta itu satu, mencintai itu harus dua, jangan terbalik, karena cinta harus dengan satu orang, sedangkan mencintai butuh dua orang agar bisa dinamai dengan kata “saling”. Semoga ijab qabul itu hanya berlangsung sekali dalam hidupmu, jangan sampai berkali – kali, haram hukumnya, dan menjadi keluarga yang SaMaWa ya. Banyak doa terbaik untukmu, cantik.
Tiga tahun yang lalu hingga sekarang saat kau baca surat ini, kau sudah mempunyai buah hatimu hasil cinta dari ia yang kau cinta. Pastikan tetap harmonis ya rumah tangga kalian. Jangan lupa ajarkan nilai – nilai Islam ya pada anak – anakmu, dan jangan lupa ajarkan tentang moral, serta jangan lupa ajarkan ia bagaimana adat Jawa kita yang semakin hari semakin terkikis oleh masa.
Setelah kau baca surat ini, jangan lupa selalu bersyukur, lakukanlah kebaikan, ingatlah kedua orang tua mu, selalu kunjungi mereka, jangan kau abaikan karena kesibukanmu, jangan jadi orang yang sombong, dan ingatlah, jika nanti ajalmu telah tiba, pesankanlah dengan orang terdekatmu, jangan menaruh bunga di atas kuburanku, dan jangan berpakaian serba hitam dan membawa payung hitam. Kirimkan saja surah Al – Fatihaah untukmu kelak.
Ingatlah, saat aku menulis ini, aku selalu membayangkan dirimu di sana. Bagaimana rupa mu itu, dan tidak lupa ditemani dengan segelas susu milo kesukaanku. Aku yakin kau juga sedang membca ini dengan ditemani susu milo hangat sama seperti yang aku lakukan. Terima kasih untuk semua perjuanganmu hingga kau bisa santai membaca surat ini. Aku bangga padamu, kau lebih dewasa tak seperti aku dulu yang sering bertingkah seperti anak kecil.
Sudah dulu ya suratnya, aku butuh tidur yang cukup, karena esok aku akan membangun mimpi – mimpi yang masih belum terwujud. Tetap jadi wanita yang tangguh ya. Ingat, tetap sabar!
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Dariku, sepuluh tahun yang lalu.



Sabtu, 26 Maret 2016

Saksi Sesalmu



Untukmu, sosok yang nyata namun masih semu dalam hati.
Ragamu selalu kugenggam, namun hatimu tak dapat kugapai.
Ku persembahkan satu tulisan yang akan kau sesalkan di kemudian hari.


Kau tahu, aku tertegun ketika kita tak bisa memiliki kisah yang selama ini kita cita – citakan, kita rancang sedemikian rupa, kita tulis seindah mungkin di diary elektronik merah kesukaanmu, dan tak jarang pula kita umbar – umbar ke media sosial seperti mengumpan ikan di perairan dangkal yang mudah sekali untuk disambar dan tak jarang pula kita menuai pujian. Namun, senja itu ku temukan satu bukti yang cukup kuat kenapa akhir – akhir ini kau tak lagi bersua, tak lagi memuji hingga memuja, tak bisa menyapa bagaikan kata yang buta aksara, dan senyum bak sinar mentari yang mampu cerahkan hari milikmu itu berubah bagaikan sihir yang bisa merubah segalanya, namun kali ini sihir yang kau punya begitu kental aura negatifnya. Kau mulai menampakkan yang kita janjikan tak akan pernah terjadi, yaitu sebuah hubungan yang membosankan dan berakhir sia - sia.
Aku selalu berusaha untuk menjadi ratu yang kau idam – idamkan dan sialnya yang kudapati hanyalah alunan kesedihan yang lirih, hati yang ringkih, menembus hati hingga yang tersisa hanyalah pedih. Awalnya kau yang menawar harga terbaik untuk pilihan yang akan kau kenakan bahkan yang nantinya akan kau pamerkan disetiap sudut ruang lingkupnya. Tapi kini, kau temukan sesuatu yang modern bernilai jual tinggi namun tak mengabaikan nilai estetika yang sopan. Kau begitu cepat mengganti yang kau kenakan dulu, yang pernah membuatmu begitu di “elu – elu” kan oleh penikmat seni dan desainer ternama. Dan sekarang mungkin terlintas dibenakmu bahwa boneka pun enggan mengenakan ini karena mulai banyak hina yang terbungkus tawa diikuti sumpah serapah yang tak terkira. Aku sadar, ternyata aku hanyalah sebuah pajangan untuk menemani, supaya toko tak lagi sepi dengan harapan baju dan celana baru itu punya teman yang lebih baik untuk berbagi.
“Aku mulai bosan”. Itu yang kau ungkap senja itu dibalik ceria yang kita lewati sedetik sebelumnya. Namun, aku tahu kau berlindung dibalik bosan itu. Kira – kira seperti ini jika ditulis “Aku tak menemukan sosok wanita terbaik pada masa lalu ku pada dirimu, aku ingin sosok seperti ia”. Aku begitu yakin begitulah tameng dari kata bosanmu itu. Akhir – akhir ini aku cek satu dari sekian banyak akun sosial mediamu dan mataku tak henti – hentinya melihat postingan yang berbau masa lalumu hingga menenggelamkan postingan tentang indahnya momen yang telah kita lewati bersama. Keyakinan itu diperkuat lagi dengan adanya foto – foto yang di tag di akun sosial media dia yang kau sebut penghianat dan wanita termunafik jika bersamaku, namun setelah kau lepas dari pandanganku dia yang selalu memenuhi hati dan pikiranmu. Well, I know that your reason. Kau masih terjebak dalam nostalgia yang sama. Masih berat merelakan ketidakrelaan yang nyata. Dan kau terus menghantam sebuah jam dinding yang sedang berdenting, berharap itu akan rusak dan kedua jarumnya bisa berputar berlawanan arah. Ya. Kembali ke masa lalu.
Aku terhentak seketika. Bagaikankan petir yang menggelegar tepat dihadapanku. Desingnya menusuk relung hati yang teramat dalam. Tak terasa bulir demi bulir air mata mengalir membasahi gundukan pipi yang semakin hari terlihat semakin “chubby”.  Berjuta kata yang kita gunakan untuk segala perdebatan yang terjadi setelah ungkapkan yang terasa bagaikan bom meledakkan hati meriuhkan suasana waktu itu. Berjuta harap yang kulontarkan bahwa aku ingin selalu disampingmu mewujudkan segala yang tertulis oleh kita. Dan terakhir, perdebatan ini berakhir dengan berakhir. Ini adalah hal yang kutakutkan selama ini, dan sekarang kusaksikan ini terjadi. Sungguh menyayat hati, menoreh luka yang tak kunjung mengalirkan getah berwarna merah yang biasa kau sebut darah, menampung segala perih yang meluap walau pun kau tak bisa melihat penguapannya.
Tak ingatkah dulu, kita pernah berbahagia tanpa sedikit pun resah dan gelisah. Ada cinta yang merekah diantara bunga yang terindah. Ada mimpi yang semakin tinggi dalam kita. Banyak lagi beragam cerita yang telah kita ukir bersama. Dan yang masih segar dalam ingatan ialah saat kau ku tangkap dikala sayapmu patah. Patah karena dia yang dulu kau cinta. Berdiri saja kau masih tak seimbang. Namun kini yang terlihat kau mengambil sayapku agar kau dapat terbang  sendiri. Meninggalkan yang telah terukir. Kau terbang jauh keatas, melihat keindahan disana. Namun, kau tetap jalan ditempat. Yang kau sebut jauh terbang keatas mu itu adalah yang membuat sayapmu patah sebelumnya. Dimatamu tetap ia yang terbaik. Iya, terbaik. Terbaik dalam menyakiti hati sesorang menurutku. Ah, sudalah. Aku tak ingin bercerita seluas jagad raya untuk melukiskan pelangi yang pernah kuhadirkan dalam hidupmu.
Hari bergulir semakin cepat. Namun maafkan aku tak secepat itu untuk melupakanmu. Maafkan aku yang masih mencintaimu. Kenangan itu masih muncul di kelopak mata sehingga membuatku melihat bayanganmu, masih muncul di ujung bibir seraya ingin berucap aku dulu mencintaimu bagaikan napas yang tersengal – sengal sehingga memerlukan oksigen setiap waktu, dan masih saja bergeming di otak tiap lengkung senyum bibirmu. Tenanglah, aku tlah mengerti ada cinta yang tak bisa di paksakan dan aku tak akan lagi menuntut kau tuk setia dalam mencintaiku. Oleh karena itu, biarkanlah aku tetap menyimpan rasa ini untukmu.
Dan kelak kau akan mendapatkan selamat dariku. Selamat berbahagia atas pilihan yang terbaik bagimu. Namun, satu hal yang aku takutkan adalah jika nanti kau menyadari sosok yang paling mencintai. Pedang yang paling tajam yang membuatmu sadar, luka paling hina yang mengantarmu dalam tangisan, rintihan ternyaring dari kesadaran yang tak terhindarkan. Dan aku berdiri tegak menertawakan penyesalanmu dari cinta yang telah mati yang terkubur jauh di dasar hati yang terdalam.
Sekarang, aku akan mencoba berjalan dari perutmu yang mencerna makanan sampah yang membusung, merangkak naik dengan dorongan begahmu, menetralisir sisa – sisa kenangan bersamamu yang melekat di dinding – dinding hatimu, lalu melesat naik kerongkongan yang dulu sering mengatakan janji – janji palsumu dan sesampainya di mulut, ku kumpulkan rasa pahit itu. WUUUEEKKK!!! Muntahan itu untukmu beserta segalanya tentang masa laluku.
Setelah itu, aku akan berpindah dari nama yang biasa aku selipkan dalam doa dengan nama yang lain. Aku akan mencarinya walaupun harus “door to door” bekerja seperti sales yang bekerja keras menawarkan barang langka yang baru berupa cinta. Jika ada yang menawarkan dengan harga yang pas, akan ku berikan kepercayaan padanya untuk menjaga barang langka ini. Jikalau didapati sebuah acuhan, tak mengapa, akan ada peluk yang siap menangkap dikala ku terjatuh. Ini lebih baik dibanding harus mengulang kisah bersamamu. Dan Heeeeeeyy!! Kini doa ku bukanlah tentang namamu lagi.

Sebagai maafku yang terakhir, maaf jikalau nanti kisahmu berganti dengan kisah lelaki baruku. Jemputlah yang katamu itu bahagiamu. Ini adalah peluit pergantian penjaga sayang dalam hidupku. Aku pun ingin bahagia sepertimu. Dan jika suatu saat nanti kita bertemu, saksikanlah betapa hebatnya aku telah mengganti kedudukanmu. Iya kamu. Kamu yang tak pernah menghargai kehadiranku selama ini.

Senin, 21 Maret 2016

Balik Menulis Lagi (Mutiara Cinta)

Assalamualaikum..
Piye kabare gaes? Lama mimin tak bersua..
Balik lagi nih setelah tenggelam dalam lautan api, huahaha
Kayak Bandung Lautan Api aja..

Mungkin tulisanku bukan yang selalu kau tunggu
Bukan yang selalu membuat hatimu ingin merindu
Tapi percayalah, setiap tulisanku ada hal seru yang ingin ku bagi dengan mu
Yah walaupun tulisan ini ibarat buku Matematika yang membuat kepalamu pilu

Namun, disini aku hanya ingin berbagi
Sesuatu hal yang tiap hari kulalui
Yang ingin kutunjukkan pada dunia ini
Tapi apa daya, kebanyakan hanya sebatas pendengar yang penasaran bukan yang terbuai

Semua yang kugoreskan dalam ketikan jari ini merangkai kisah tentang kehidupan
Dimana dalam kehidupan ini tak lepas dari kata cinta yang masih menjadi impian
Impian bagi sebagian orang yang menjadi "budak asmara" yang tak berkesudahan
Tak berkesudahan sampai adanya rasa jenuh nan bosan

Kawan, ingatlah ketika hatimu telah tertaut dengan raut hati yang semrawut
Ingatlah ketika ada sebuah harga untuk mencapai hubungan yang bahagia
Dan kau tau setiap jalan berliku itu yang akan kau temu
Tetaplah berlari menuju mimpi yang semakin hari terasa tinggi

Jelang asa, jemput bahagia bersama rasa yang semakin hari makin terasa..

Kamis, 12 November 2015

Cerita di Musim PPL

Assalamualaikum..
Gmorning gaes, piye kabare? how r u today?
Sudah lama tidak memposting something nih..

Okeh, baiklah gaes, kali ini mimin sedang sibuk dengan PPL kepanjangan dari Program Pelatihan Lapangan yang ditempuh setelah kita memasuki 2 semester akhir. Biasanya PPL ini bisa dilakukan di Instansi maupun ruang lingkup pendidikan. Tergantung dengan jurusan yang diambil di tempat perkuliahannya. Kebetulan mimin mengambil kuliah jurusan Pendidikan di suatu institut yang ada di Pontianak, jadi mimin PPL di sekolah, dan ditempatkan di sekolah menengah atas. Bisa dibilang mimin disini jadi guru gitu. Huwahaha

So far, mimin mulai merasa bosan disini, karena kita dituntun untuk memperbaiki kualitas pendidikan khususnya dalam suatu kelas. Jadi, istilahnya mimin disini menerapkan model pembelajaran yang telah didapatkan saat dibangku kuliah. Yaah, kelas itu sebagai "kelinci percobaan" gitu. Jika gagal, maka nilai siswa dikels itu menurun, sedangkan jika simulasinya berhasil, maka model pembelajaran ini bisa diterpkan pada guru tetap disini. It's make me ungrateful, vroh.

Nah, saat mimin PPL, banyak cerita yang ingin mimin share dengan para readers. Dari PPL disini, mimin mendapatkan pengalaman baru, bahkan teman baru.
Saat pertama kali disekolah ini, saya bertemu guru pamong (guru yang membimbing saat kita PPL) yaitu Ibu Eldisastrie Harmi, S.H. beliau adalah sosok yang baik, ramah dan peduli dengan sesama. Beliau tidak sungkan untuk membimbing mimin yang 'terlalu kalem' ini. Setelah mimin banyak mendapat bimbingan dari beliau, mimin mulai menerapkan ilmu mimin yang didapat dari bangku kuliah, bukan ilmu hitam lho yaaaa.. hah..

Nah, pertama kali mimin masuk kelas, Alhmdulillah, mimin gak grogi, cuma sedikit deg-degan aja.. dag dig dug seeeeeeeeeeeerr rasanya seperti genderang dangdut yang mau manggung, ahaha..
..........................................................
..........................................................

Jumat, 20 Maret 2015

Jaminan Cintaku

Assalamualaikum
Pagii gaes,, gmana udah pada sarapan apa belum?
Hayoooo, pasti belum yaah.. hoho

Pagi ini Mbak De bakal posting percakapan pendek, ya mungkin para readers ada yv pernah mengalaminya nih.. hayoo.. okee kalo gtu langsung ajaaa...
Check it out!!!

saat SD
cowo: *ngambil pulpen seorang cewe*
cewe: pulpen akuu!! jangan di ambil!
cowo: biarin woo cupu deh lo
cewe: aaa bu guruu *sambil nangis*

saat SMP
cewe: ih ketemu lo lagi
cowo: idih gue juga jijik kali sm lo
cewe: apaansih lo! benci bgt gue sm lo
cowo: bodo *ninggalin pergi*

saat SMA
cowo: lu sekolah disini?
cewe: iya knp?
cowo: sama dong sm gue hehe
cewe: hm

pertengahan SMA
cowo: *mendekat* balik sm siapa?
cewe: gatau nih, supir lagi pulkam
cowo: oh gituu *ninggalin cewenya*
cewe: *bete* elah ninggalin aja dah..
cowo: *nyamperin cewe bawa motornya* nih belakang kosong
cewe: gausah
cowo: udeh masih kaku aja. *narik tangan cewenya*
cewe: jgn macem2 deh
cowo: hehe masa gue macem2 sm cewe secantik lo
cewe: *senyum2 malu*
sampe rumah
cewe: makasih ya udh nganterin
cowo: iya, istirahat lu hati2 dirumah kalo jatoh bangun sendiri ya hahaha
cewe: bawel haha

akhir SMA
cowo: gak kerasa bsk udh mau UN SMA aja
cewe: iya nih smg kita bisa deh
cowo: *senyum* *megang tangan cewenya* aku yakin km pasti bisa
cewe: *beku* *melt* *salting* i..iya k..a...mu juga
cowo: knp? grogi banget sih. *ngelus lembut pala cewenya*
cewe: *senyum malu* haha gapapa km beda aja
cowo: kan dulu masih kecil tau hehe. yaudah yuk pulang sm aku ya *narik tangan cewenya*

lulus SMA
cowo: selamat ya kamu bnr2 cewe yg hebat yg pernah aku kenal daridulu, beruntung bgt bs ktemu sm km *senyum manis* *megang lembut tangan cewe*
cewe: iya km juga, aku beruntung jg bs kenal km hehe *senyum*
cowo: hm.. ada yg mau aku sampein dari lama
cewe: kenapa?
cowo: sebenernya..
cewe: apaa???
cowo: *ngeluarin sesuatu dari kantong*
cewe: CINCIN?! km gila?! kita baru lulus SMA!
cowo: *ketawa kecil* hehe, aku gak bilang kan aku mau nikah sm km sekarang.
cewe: terus??
cowo: tolong km simpen ini dulu ya, buat jaminan mau gmnpun jg aku bakalan nikah sm kamu. aku gamau yg lain! ur so one in a million. aku mau km simpen dulu cincin ini, kita belajar dulu bareng2.. emg status kita saat ini gajelas. aku takut kalo kita pcrn kita bakalan putus. aku gamau itu terjadi. pokoknya aku gamau pisah sama km, makanya aku mau langsung aja nikahin kamu. :)
cewe: ...emgnya km yakin?
cowo: *senyum manis* yakin banget! *ngelus rambut cewenya lembut*
cewe: apa ini ada kaitannya dari SD sampe skrg kamu belum punya pacar...?
cowo: aku sebenernya selalu nunggu kamu.
cewe: ada juga yg mau aku sampein *nunduk*
cowo: apa? *megang dagu buat negakin wajah cewenya*
cewe: aku jg daridulu gak pernah mau jadian, karna aku emg nungguin km *matanya berkaca-kaca*
cowo: *meluk cewenya* aku janji aku gak bakalan ninggalin kamu! aku syg km. aku serius sm km. nanti km ikut aku ya, aku mau kenalin km ke keluarga besar aku. i love you♥ *ngasih bunga*

^the end^

Waw, damn! Kok crita nya pas banget.. mirip kayak gue dgn doi yaa?
Hayoooo, pasti readers ada yg bilang gitu kann?? Ngaakuu deh luuu :p

Penjasan Tentang Isi Posting

Assalamualaikum

Heloo gaes, piye kabare?
Balik lagi ni dengan Mbak De, kali ini gueh mau ngasih tau para readers kalo blog ini akan berisi konten2 dewasa, hayaah... kagak ding.. gueh akan posting tentang pendidkan dan so pasti hal2 yang berbau CINA... eh salah CINTA maksud gueh :D mengingat kedua hal ini adalah hal yang mainstream, yang rame dibahas di dunia ini.. haha bahasamuu..wkwkwk
Menurut gueh, alasan posting tentang pendidikan karena pentingnya doi dalam kehidupan ini... bayangkan, jika didunia ini tidak ada pendidikan, mau jadi apa kita?
*hayoo jawab sendiri* hoho
Gueh ingin share ilmu yg masih tergolong yaah sdikitlah.. tapi walaupun sdikit, mudah2an bisa bermanfaat bagi readers yoo :)
Dan kenapa gueh posting soal cinta? Hmm....Kasih tau gak yaa?
Yaaah..bener..itu readers tauu jawabannya.. haha... Yups, selain pendidikan, hidup ini juga tidak terlepas dari cinta... ciyeeehh cintaa..xixi..
Karena hidup tanpa cinta bagai taman tak berbungaa haai begituulah kata para pujangga... haaseeekkk tarik maang...
Tuh kan bener, apa kata lagu diatas,,
Cinta itu adalah hal yang menarik untuk dibahas karena tidak akan basi sampai kapan pun *nasi kalee basii*
maka daripada iitu gueh akan memposting pendidikan bulan ini, dan bulan berikutnya bahas soal cinta, bln besoknya pendidikan lagi setelah itu cinta lagi, begitu seterusnya :)

okeee gaes, sepertinya itu dulu pengantar qt malam ini...
tunggu postingan gueh yg slanjutnya yaah
Wassalam

~Mbak De